"PENILAIAN KETERAMPILAN DASAR LABORATORIUM DALAM KIMIA"
Pelaksanaan
penilaian hasil belajar di lembaga pendidikan pada umumnya menggunakan paper
and pencil test, sedangkan penilaian individu mahasiswa saat melakukan kinerja
dan keterampilan dalam melakukan praktikum masih belum teramati dan terukur dengan
baik. Alternatif tes yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar
mahasiswa adalah penilaian kinerja (performance assessment). Penelitian ini
dilakukan pada praktikum kimia dasar Universitas Negeri Semarang. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah instrumen performance assessment
yang merupakan hasil penelitian dapat digunakan untuk menilai keterampilan dasar laboratorium mahasiswa.
Pada penelitian ini instrument penilaian kinerja dianalisis menggunakan metode
generalizability coefficient berdasarkan teori Thorndike. Instrumen penilaian
kinerja hasil penelitian dapat dikatakan baku dan layak digunakan, jika
memenuhi validitas konstruk dan koefisien generalisabilitas lebih besar 0,700. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa instrumen penilaian kinerja memiliki koefisien generalisabilitas sebesar
0,805. Sedangkan validitas instrumen ini merupakan validitas konstruk,
yang dilakukan oleh dosen pembimbing 1, pembimbing 2, dan dosen-dosen kimia pengampu
mata kuliah praktikum kimia dasar. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa instrumen penilaian kinerja
hasil penelitian sudah baku dan dapat digunakan untuk menilai keterampilan
dasar laboratorium mahasiswa.
Penilaian
mahasiswa dalam kegiatan yang menyangkut aspek keterampilan dalam kinerja saat
mahasiswa melakukan praktikum belum terlaksana dengan baik. Yang dinilai pada hasil
praktikum adalah berupa hasil laporan yang juga sering kali merupakan tugas kelompok.
Kemampuan mahasiswa saat melakukan unjuk keterampilan dalam melakukan proses pembelajaran
selama ini belum teramati dan terukur dengan baik. Salah satu bentuk penilaian
yang paling tepat untuk mengukur keterampilan praktikum mahasiswa adalah dengan
performance assessment atau penilaian kinerja (Sapriati, 2006) Penilaian
kinerja dapat digunakan sebagai alternatif dari tes yang selama ini banyak
digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar mahasiswa di lembaga pendidikan
(Zainul,2001). Pendidik dapat menggunakan penilaian kinerja untuk mendapatkan gambaran
secara lengkap tentang apa yang peserta didik ketahui dan lakukan. Dengan data
tersebut pendidik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga lebih
menarik dan melibatkan peserta didik dalam proses penilaian dalam pembelajaran secara keseluruhan (Oberg, 2000). Oleh karena itu
penggunaan asesmen kinerja menjadi penting dalam proses pembelajaran karena dapat
memberikan informasi lebih banyak tentang kemampuan mahasiswa dalam proses maupun
produk, bukan sekedar memperoleh informasi tentang jawaban benar atau salah saja.
Dewasa ini pengampu mata kuliah praktikum kimia belum memiliki pedoman yang baku
dan praktis untuk menilai kinerja mahasiswanya dalam kegiatan laboratorium. Perangkat
penilaian kinerja dalam kegiatan laboratorium sangat dibutuhkan, mengingat kompetensi
dalam mata kuliah kimia meliputi kompetensi pemahaman konsep dan kompetensi kerja
ilmiah (Sridhar, 2012). Oleh karena itu perlu dikembangkan perangkat penilaian
kinerja kegiatan laboratorium.
Sumber : http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined
PERTANYAAN :
Jika anda sebagai pendidik apakah yang
menjadi patokan bagi anda dalam menilai keterampilan dasar yang dimilki
siswa anda ketika melakukan kegiatan praktikum kimia di laboratorium dan instrument
apakah yang anda gunakan dalam melakukan
menilai keterampilan tersebut.
Sumber : http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined
yang menjadi patokan saya menilai keterampilan dasar dalam menilai keterampilan siswa pada saat praktikum adalah, Teknik dasar kerja laboratorium, Perhitungan, Intrepretasi data, Perakitan Alat, Referensi Ilmiah. Dan instrumen yang digunakan dalam menilai keterampilan tersebut adalah ujian praktek (practical examinatian), paper, penilaian proyek;
BalasHapusUntuk instrumen penilaian psikomotor dalam praktikum itu ada 3 yaitu performance basednya atau penilaian dalam bentuk lembar observasi, portofolio dan angket sebuah produk yang dibuat dalam melakukan suatu project.
BalasHapusyang menjadi patokan saya menilai keterampilan dasar dalam menilai keterampilan siswa pada saat praktikum adalah, Teknik dasar kerja laboratorium, Perhitungan, Intrepretasi data, Perakitan Alat, Referensi Ilmiah
Dalam menilai keterampilan dasar laboratorium, ada bebrapa bentuk penilaian yang perlu kita ketahui seperti penilaian dalam bentuk lembar observasi, penilaian dalam bentuk angket dan sebagainya. Nah yang menjadi patokan saya dalam menilai keterampilan dasar laboratorium adalah teknik dasar kerja laboratorium.
BalasHapusUntuk menilai keterampilan dasar laboratorium, ada bebrapa bentuk penilaian yang perlu kita ketahui seperti penilaian dalam bentuk lembar observasi, penilaian dalam bentuk angket dan lain-lain. Dan yang menjadi patokan saya dalam menilai keterampilan dasar laboratorium adalah teknik dasar kerja laboratorium, Perhitungan, Intrepretasi data, Perakitan Alat, Referensi Ilmiah.
BalasHapusmenurut saya yang menjadi patokan dalam menilai keterampiln siswa pada saat praktikum adalah teknik dasar kerja laboratorium, perhitungan, intepretasi data, perakitan alat dan referensi ilmiah. untuk menilai keterampilan dasar laboratorium ada beberapa bentuk instrumen penilaian yaitu penilaian dalam bentuk lembar observasi, penilaian portofolio dan penilaian dalam bentk angket.
BalasHapuspatokannya adalah dari melihat skor yang diperoleh dengan mencocokkan rubrik penilaian yang kita buat. misalnya dilakukan dengan lembar observasi, angket, dan penilaian teman.
BalasHapusTerdapat 7 aspek yang dinilai, yaitu:
BalasHapus1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
2. Menyiapkan alat
Menyiapkan alat yang digunakan sesuai dengan yang diperlukan dalam percobaan.
3. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
4. Melakukan percobaan
Dalam melakukan praktikum siswa harus mampu menyelesaikan praktikum sesui dengan prosedur percobaan.
5. Mengumpulkan data
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan.
6. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
7. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
menurut saya dalam kegiatan eksperimen dalam laboraturium tidak cukup dengan penilaian lembar observasi saja tetapi harus dilengkapi dengan penilaian portofolio juga. karena dalam bentuk kegiatan eksperimennya dinilai dengn lembar observasi, hasil esperimen siswa dililai dalam bentuk portofolio. adan ada satu lagi penilaian dalam laboraturium yang penting adalah penilaian psikomotor siswa yaitu pengetahuan awal siswa untuk praktikum yang akan dilakukan, siswa diberikan terlebih dahulu preetes dalam bentuk penilaian soal.
Sebagai guru kimia yang menjadi patokan saya menilai keterampilan dasar dalam menilai keterampilan siswa pada saat praktikum adalah, 1.Teknik dasar kerja laboratorium,
BalasHapus2. Perhitungan,
3. Intrepretasi data,
4. Perakitan Alat,
5.Referensi Ilmiah.
Berikut instrumen yang digunakan dalam menilai keterampilan tersebut adalah ujian praktek (practical examinatian), paper(portofolio), penilaian proyek dan produk yang dihasilkan.
sebagai guru yang yang saya wajib nilai pada kemampuan dasar pada saat siswa di laboratorium adalah, bagaimana siswa menggunakan alat, bagaimana siswa mampu menjawab pada saat pretest yang di lakukan guru, dan melihat kesiapan siswa dalam praktikum yang akan di laksanakan.
BalasHapus