"HASIL UJI COBA RUPRIK PENILAIAN OTENTIK DENGAN MENGGUNAKAN SKALA GUTMEN, THURSTONE, SUMANTIK DIFFERENCE "

1.         SKALA GUTTMAN
Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi kalau pada skala Likert terdapat interval 1,2,3,4,5 interval, dari kata “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”, maka dalam skala Gutmann hanya ada dua interval yaitu “setuju atau tidak setuju”. Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan.
Contoh :
Apakah anda setuju dengan kenaikan harga BBM ?
a. Setuju                      b. tidak setuju
2. SKALA THURSTONE
Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur.
Adapun contoh skala penilaian model Thurstone adalah seperti gambar di bawah ini.
Description: download
Nilai 1 pada skala di atas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.

Contoh : minat siswa terhadap pelajaran kimia,
No.
Pernyataan
Jawaban
7
6
5
4
3
2
1
1
Saya senang belajar kimia
2
Pelajaran kimia bermanfaat
3
Saya berusaha hadir tiap pelajaran kimia
4
Saya berusahan memiliki buku pelajaran kimia
 Contoh lain : Angket yang disajikan menggunakan skala thurstone
Petunjuk : Pilihlah 5(lima) buah pernyataan yang paling sesuai dengan sikap anda terhadap pelajaran matematika, dengan cara membubuhkan tanda cek (v) di depan nomor pernyataan di dalam tanda kurung.
(           )  1. Saya senang belajar matematika
(           )  2. Matematika adalah segalanya buat saya
(           )  3. Jika ada pelajaran kosong, saya lebih suka belajar matematika
(           )  4. Belajar matematika menumbuhkan sikap kritis dan kreatif
(           )  5. Saya merasa pasrah terhadap ketidak-berhasilan saya dalam matematika
(           )  6. Penguasaan matematika akan sangat membantu dalam mempelajari bidang studi lain
(           )  7. Saya selalu ingin meningkatkan pengetahuan & kemampuan saya dalam matematika
(           )  8. Pelajaran matematika sangat menjemukan
(           )  9. Saya merasa terasing jika ada teman membicarakan matematika
3.      SEMANTIK DIFERENSIAL

Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
Contoh : Penggunaan skala Semantik Diferensial mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah.
Demokrasi
7
6
5
4
3
2
1
Otoriter
Bertanggung Jawab
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Bertanggung Jawab
Memberi Kepercayaan
7
6
5
4
3
2
1
Mendominasi
Menghargai Bawahan
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Menghargai Bawahan
Keputusan Diambil Bersama
7
6
5
4
3
2
1
Keputusan Diambil Sendiri
Contoh lain : Penilaian pelajaran kimia
Menyenangkan  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Membosankan
Sulit                  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Mudah
Bermanfaat        !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Sia-Sia
Menantang         !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Menjemukan


PERTANYAAN:  Apakah Skala Guttman dapat digunakan untuk memvalidasi angket ?

Komentar

  1. Ya bisa. Menurut pendapat saya skala Guttmen dapat digunakan dalam lembar validasi angket dengan pertimbangan bahwa penilaian benar salah atau Ya dan tidak dapat digunakan.
    Contoh untuk menilai media pembelajaran itu layak atau tidak digunakan maka dapat dengan skala Guttmen.
    Menggunakan skala Guttmen bentuk √ berarti layak dan x artinya tidak layak.

    BalasHapus
  2. saya sependapat dengan kak petri bahwa skala guttmen dapat digunakan dalam lembar validasi angket. Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. maka nantinya pada lembar validasi akan mendapatkan jawaban yang tepat antara ya atau idak.

    BalasHapus
  3. Menurut saya bisa namun dengan pertimbangan bahwa penilaian bersifat mutlak yaitu benar salah atau Ya dan tidak .
    Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain.

    BalasHapus
  4. menurut saya bisa. skala guttmen dapat digunakan untuk memvalidasi angket. Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. maka nantinya pada lembar validasi akan mendapatkan jawaban yang tepat antara ya atau idak

    BalasHapus
  5. saya setuju dengan pendapat diatas bisa namun dengan pertimbangan bahwa penilaian bersifat mutlak yaitu benar salah atau Ya dan tidak .
    Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain.

    BalasHapus
  6. menurut saya bisa. skala guttmen dapat digunakan untuk memvalidasi angket. Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. maka nantinya pada lembar validasi akan mendapatkan jawaban yang tepat antara ya atau tidak.

    BalasHapus
  7. skala guttmen mungkin dapat digunakan dalam lembar validasi angket. Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. maka nantinya pada lembar validasi akan mendapatkan jawaban yang tepat antara ya atau tidak. tetapi selama ini kebanyakan mereka memvalidasi angket menggunakan skala likert.

    BalasHapus
  8. Tentu saja bisa. Hanya saja pertanyaan angket tersebut merupakan hal-hal yang krusial/ekstrim dan berakibat fatal jika salah. Angket tersebut akan menilai hal-hal yang tidak men-tolerir kesalahan. Menurut saya, angket tegas seperti ini akan memberikan ke-valid-an tingkat paripurna.

    BalasHapus
  9. MENURUT SAYA BISA, NAMUN PERLU DIPERHATIKAN DAN DIKETAHUI BAHWA Skala Guttman merupakan skala yang digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten.
    Pada skala Guttman hanya mempunyai dua skor, misal pada sikap yang mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 1 dan sikap yang tidak mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 0.

    BalasHapus
  10. Ya bisa saja,,, namun harus dilihat juga apakah penilaian itu menuntut jawaban tegas atau tidak . karena dalam penilaian harus kita sesuaikan dengan apa yang dinilai. sehingga jawaban yang diperoleh dari skala guttman ini nantinya bersifat tegas dan konsisten.

    BalasHapus
  11. Ya bisa. Menurut pendapat saya skala Guttmen dapat digunakan dalam lembar validasi angket dengan pertimbangan bahwa penilaian benar salah atau Ya dan tidak dapat digunakan.
    Contoh untuk menilai media pembelajaran itu layak atau tidak digunakan maka dapat dengan skala Guttmen.
    Menggunakan skala Guttmen bentuk √ berarti layak dan x artinya tidak layak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA"

"BAGAIMANA CARA MENILAI KETERAMPILAN BERFIKIR TIGKAT TINGGI (Higher Order Thinking Skill) DALAM PEMBELAJARAN KIMIA"